Menurut Danny, saat ini Indonesia memiliki produk-produk unggulan, mulai dari makanan, pakaian, pendidikan, dan produk unggulan lain yang laris manis di pasar dalam negeri. Namun sayangnya, sangat sedikit merek lokal yang berhasil ketika dibawa keluar negeri. Bandingkan dengan Singapura, ujar Luke Lim, CEO of A.S Louken Singapura, yang juga berkesempatan memberi pemaparan dalam seminar tersebut. Menurutnya, berbagai retail brands asal negara tersebut sukses dan eksis di pasar global. Di antaranya, BreadTalk dan Charles&Keith. “Padahal banyak dari perusahaan tersebut, awalnya merupakan usaha kecil menengah di Singapura. Namun mereka sukses mengirim pesan melalui merek dan produknya kepada konsumen di mancanegara, tidak hanya di Singapura saja,” ucap Lim.
Bisnis ritel Indonesia, tegas Danny, memiliki potensi yang sangat besar untuk unggul di pasar global. A.S Louken, menargetkan akan membawa merek dan usaha ritel Indonesia untuk go global dalam beberapa waktu ke depan. “Kami ingin memberi kontribusi kepada Indonesia, baik membawa pengusaha ritel dari luar masuk ke Indonesia, maupun sebaliknya,” tandasnya. Ditambahkan Monica Lucas, Director of Pragma Consulting, untuk menjadi sukses bukan hanya butuh peluang yang baik tapi juga konsep yang baik. “Jika kamu tidak lebih baik dari pesaing mu, kamu tidak akan sukses,” tegas Monica. Jadi, di mata customers, kamu harus lebih baik atau setidaknya setara dengan pesaingmu. Apa yang kamu beri pada costumers, apakah itu produk, harga, service?” ucap wanita asal Inggris ini. --Diana Runtu/Ngurah Budi
Sumber : tokoh.co.id