Apa itu Pasar Swalayan

Diposting oleh Maz Duikin on Minggu, 12 Februari 2012

Supermarket atau pasar swalayan adalah sebuah toko yang menjual segala kebutuhan sehari-hari. Kata yang secara harfiah yang diambil dari bahasa inggris ini artinya adalah pasar yang besar. Barang barang yang dijual di supermarket biasanya adalah barang barang kebutuhan sehari hari. Seperti bahan makanan, minuman, dan barang kebutuhan seperti tissue dan lain sebagainya.

 

Jenis Pasar Swalayan

Selain supermarket dikenal pula minimarket, midimarket, dan hypermarket.
Perbedaan istilah minimarket, supermarket dan hypermarket adalah di format, ukuran dan fasilitas yang diberikan. Contohnya
- minimarket berukuran kecil (100m2 s/d 999m2)
- supermarket berukuran sedang (1.000m2 s/d 4.999m2)
- hypermarket berukuran besar (5.000m2 ke atas)
- grosir berukuran besar (5.000m2 ke atas)
Pasar Swalayan atau toko serba ada dibagi dalam jenis:

Minimarket

Sebuah minimarket sebenarnya adalah semacam “toko kelontong" atau yang menjual segala macam barang dan makanan, namun tidak selengkap dan sebesar sebuah supermarket. Berbeda dengan toko kelontong, minimarket menerapkan sistem swalayan, dimana pembeli mengambil sendiri barang yang ia butuhkan dari rak-rak dagangan dan membayarnya dikasir. Sistim ini juga membantu agar pembeli tidak berhutang. Minimarket yang ada di Indonesia adalah Alfamart, Indomaret, Ceriamart, Starmart, Circle K, dan lain-lain.

Midimarket

Ukuran lebih besar sedikit dari minimarket adalah midimarket, di sini sudah dijual daging dan buah2an. Buka bisa 24 jam atau hanya sampai jam 24 saja. Sebagai contoh adalah Alfa Midi, dan sebagian dari jaringan Giant yang dulunya bernama Hero.

Supermarket

Kalau Supermarket semua barang ada, dari kelontong, sepeda, TV dan camera, furnitur, baju, ikan dan daging, buah2an, minuman, pokoknya serba ada kebutuhan sehari-hari. Contohnya Giant Supermarket, Carrefour Express, Sinar Supermarket[Jawa Tengah], Macan Yaohan[Sumatera Utara], Foodmart, Foodmart Gourmet, Super Indo, dan lain-lain

Hypermarket

Di sini hypermarket adalah supermarket yang besar termasuk lahan parkirnya. Sebagai contoh Carrefour, Hypermart, Giant Hypermarket, dan lain-lain.

Grosir

Disini semua barang tersedia sehingga ada bongkar muat di dalam pusat grosir. Contoh Indo Grosir, Makro [Lotte Mart], dan lain-lain
More aboutApa itu Pasar Swalayan

Apa itu barkode scanner

Diposting oleh Maz Duikin

Barcode pertama kali diperkenalkan oleh dua orang mahasiswa Drexel Institute of Technology Bernard Silver dan Norman Joseph Woodland di tahun 1948. Mereka mempatenkan inovasi tersebut pada tahun 1949 dan permohonan tersebut dikabulkan pada tahun 1952. Tapi baru pada tahun 1996, penemuan mereka digunakan dalam dunia komersial. Pada kenyataannya penggunaannya tidak begitu sukses hingga pasca 1980an.
Barcode adalah informasi terbacakan mesin (machine readable) dalam format visual yang tercetak. Umumnya barcode berbentuk garis-garis vertikal tipis tebal yang terpisah oleh jarak tertentu. Tapi kini ada beberapa variasi berbentuk pola-pola tertentu, lingkaran konsentris, atau tersembunyi dalam sebuah gambar. Barcode dibaca dengan menggunakan sebuah alat baca optik yang disebut barcode reader. Pada prinsipnya barcode reader hanya sebuah alat input biasa seperti halnya keyboard atau scanner tapi peran manusia sebagai operator sangat minimum.
Bersamaan dengan pesatnya penggunaan barcode, kini barcode tidak hanya bisa mewakili karakter angka saja tapi sudah meliputi seluruh kode ascii. Kebutuhan akan kombinasi kode yang lebih rumit itulah yang kemudian melahirkan inovasi baru berupa kode matriks dua dimensi (2D barcodes) yang berupa kombinasi kode matriks bujur sangkar.
Barcode Scanner adalah alat untuk membaca sebua barcode . Barcode sering kali kita lihat dalam kemasan suatu produk , seperti pasta gigi , bungkus makanan ringan dan lainnya .

Barcode dibedakan menjadi 2 jenis barcode :
1. barcode 1 dimensi
barcode 1 dimensi terdiri dari garis-garis yang berwarna putih dan hitam. warna putih untuk nilai 0 dan warna hitam untuk nilai 1.
2. barcode 2 dimensi
sedangkan barcode 2 dimensi sudah tidak berupa garis-garis lagi, akan tetapi seperti gambar. jadi informasi yang tersimpan
Ada banyak sekali merek maupun jenis barcode scanner yang beredar dipasaran. Jika anda ingin memutuskan untuk membeli suatu barcode scanner, mungkin anda akan bertana, “Tipe barcode scanner mana yang paling cocok untuk saya?”

Barcode scanner desktop
Barcode scanner genggal atau desktop adalah jenis barcode scanner yang paling umum dijumpai. Jika kasir ingin mengenali sebuah produk, maka dia harus memegang barcode scanner, mengarahkan ke kode barcode pada produk yang bersangkutan serta menekan sebuah tombol pada barcode scanner, yang berarti melakukan scanning.
Barcode scanner ini cocok digunakan untuk jenis barang yang dalam pen-scan-an memerlukan fleksibilitas gerak tinggi. Misalnya pada toko fashion, atau toko baby shop. Barcode scanner ini juga cocok digunakan di bagian backoffice dari sebuah supermarket, atau bahkan ditaruh di gudang.

Barcode scanner dengan stand
Tipe ini adalah sebuah barcode scanner desktop yang dilengkapi dengan duduk-an (stand). Penggunaan stand akan membuat tatanan lebih rapi. Namun untuk penggunaan yang disebutkan di atas, seperti untuk toko baju, maka penggunaan stand ini justru akan mempersulit kasir – karena setelah melakukan stand harus mengembalikan pada posisinya.
Jika anda mendapatkan barcode jenis memiliki dengan fitur auto-sensing atau fitur continous scan, hal ini juga sangat membantu untuk penggunaan di minimarket. Artinya barcode scanner tetap berada di posisi pada stand-nya, kemudian barang yang didekatkan ke arah scanner, dan tanpa menekan tombol, barcode scanner akan melakukan scanning otomatis. Walaupun fasilitas ini menurut kami cocok untuk digunakan di minimarket, namun banyak dari minimarket yang menonaktifkan fitur ini karena pada prakteknya terdapat beberapa kendala dalam operasional.


More aboutApa itu barkode scanner

Apa itu Point of Sales

Diposting oleh Maz Duikin

Mungkin anda pernah mendengar istilah "Point Of Sale (POS)". Istilah ini awalnya dipakai untuk menyebut mesin kasir (Cash Register). Dalam perkembangannya, istilah Point Of Sale ini kurang tepat jika diasosiasikan dengan Cash Register, karena Cash Register sendiri sebenarnya adalah kalkulator yang diberi laci otomatis dan pencetak struk (invoice/faktur). Selebihnya Cash Register tidak punya nilai tambah lagi.

Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, penggunaan komputer dan aplikasinya pada akhirnya menggantikan fungsi Cash Register sebagai media Point Of Sale.

 Di pasaran sendiri istilahnya jadi bermacam-macam, ada yang menyebut "Program Toko", atau "Software Toko", atau "Program Kasir", atau "Mesin Kasir" atau "Aplikasi Inventory", atau "Aplikasi Toko", atau istilah kerennya "Retail System", "Inventory System", dsb. Pada dasarnya sama saja, karena semua bisa kita golongkan sebagai aplikasi "Point Of Sale" dengan melihat fungsi dasar aplikasi tersebut. Dengan menggunakan aplikasi Point Of Sale kita bisa memperoleh beberapa keuntungan dengan adanya nilai tambah (added value) yang bisa diberikan, antara lain:

Peningkatan Kualitas Pelayanan

Menjalankan proses transaksi dengan cepat dan sistematis tentu sangat mendukung orientasi pelayanan usaha anda terhadap konsumen serta meningkatkan market interest.

Peningkatan Citra Usaha

Setiap konsumen dan stakeholder yang terlibat akan memandang usaha anda sebagai sebuah computerized enterprise yang dikelola dengan baik dan profesional.

Competitive Advantage

Penerapan teknologi informasi (TI) dapat meningkatkan daya saing perusahaan anda dalam kancah bisnis yang memang sangat ketat dan mengutamakan efisiensi waktu, terutama menghadapi era global market.

Kemudahan Proses Controlling & Pengambilan Keputusan

Anda dapat dengan mudah melakukan proses controlling karena semua laporan dapat disediakan dengan cepat, sehingga mempermudah proses pengambilan keputusan baik secara kolektif maupun personal.
More aboutApa itu Point of Sales

Apa itu mesin kasir

Diposting oleh Maz Duikin

Mesin Kasir (Cash Register) Mesin Kasir/ Cash register adalah suatu peralatan mekanik maupun elektronik untuk menghitung dan mencatat transaksi penjualan yang biasanya terintegrasi secara modul dengan laci (cash drawer) untuk menyimpan sejumlah mata uang. Cash register umumnya juga mengeluarkan hasil cetak (print) dari struk penjualan (receipt) untuk pelanggan Pada umumnya laci/ drawer mesin kasir atau cash register akan terbuka secara otomatis setelah ada penjualan atau transaksi kalaupun tidak yang bisa membuka hanya pengawas atau pemilik. Ini bertujuan untuk mengurangi resiko dari kehilangan dan pencurian. Hampir semua mesin kasir memiliki tombol NS (No Sale) yang bertujuan untuk membuka laci tanpa adanya transaksi dan tombol inipun bila digunakan akan terekam dalam laporan akhir oleh pengawas atau pemilik. Ada beberapa mesin kasir yang saat ini dilengkapi sandi/ password untuk melakukan transaksi seperti NS tadi. Beberapa fungsi lainnya dari mesin kasir/ cash register juga digunakan untuk mencatatkan komponen pajak dalam penjualan.Saat ini beberapa mesin kasir elektronik (Electronic Cash Register) bisa disambungkan dengan perangkat bantu lainnya seperti timbangan digital, barcode scanner, juga pembaca kartu kredit atau kartu debit.dan perkembangannya saat ini menagarah pada penggunaan mesin kasir yang berbasiskan komputer (PC Based Cash Register / Point of Sale POS) Mesin kasir yang berbasiskan komputer biasanya juga dilengkapi dengan software/ piranti lunak baik yang berbasiskan sistem operasi DOS,Windows, Linux maupun Unix dimana data tersimpan dalam database baik di mesin kasir tersebut maupun di server induknya. dan umumnya banyak Mesin kasir yang berbasiskan komputer ini memiliki konfigurasi jaringan lokal (LAN) Keunggulan Mesin kasir dibandingkan dengan sekedar software penjualan biasa adalah di sistem keamanannya karena selain dari sistem perangkatnya pun dilengkapi dengan kunci pengaman. Beberapa merek mesin kasir meliputi CASIO, NCR, IBM, Wincor-Nixdorf, Sharp, Uniwell Toshiba TEC.

Usaha di sektor Ritel banyak bidangnya mulai bidang eceran seperti mini market, toko kelontong, fashion store, toko toko jenis lainnya. Pemakai Mesin Kasir atau Cash register tidak terbatas di sektor itu saja, bisnis pelayanan seperti Cafe , Restaurant, Hotel, Salon, Bengkel, dan jasa jasa lainya juga memerlukan Mesin kasir baik yang berbasiskan Electronic Cash Register maupun Point of Sale (POS System).
Ada beberapa perbedaan secara sistem dan spesifikasi Mesin Kasir di dua sektor ini, untuk di sektor ritel biasanya dibutuhkan mesin kasir yang mengutamakan pada kecepatan pelayanan, oleh karenanya biasanya untuk sektor ritel saat ini pada umumnya dilengkapi dengan barcode scanner. Karena penginputan kode secara manual dengan menggunakan keyboard akan memakan waktu yang lama sekali. Seperti kita ketahui juga sebagian besar barang pabrikan umumnya sudah memiliki barcode di kemasannya.Oleh karenanya apabila Anda membutuhkan konfigurasi yang mengacu pada kapasitas item yang besar
sebaiknya pilihan Anda adalah POS (Point of Sale) atau PC Base bukan cash register elektronik.
Mesin Kasir Elektronik ada beberapa jenis bila dilihat dari sisi pencetaknya (printernya) ada tipe drum printer biasanya tipe ini hanya mengeluarkan hasil cetak berupa kode angka saja, yang kedua dot matriks untuk tipe ini hasil cetaknya bisa mengeluarkan huruf selain angka. Untuk yang ketiga thermal seperti halnya dot matrik bisa mengeluarkan informasi kode dan huruf, namun kalau thermal dalam proses pencetakan (printingnya) tidak bersuara dan cepat sekali.
Pertanyaan yang paling sering muncul yaitu, apakah dengan saya memakai mesin kasir stok akan terkontrol? apakah dengan memakai mesin kasir stok keluar (Check Out Process) akan terdeteksi semua?

Pertama, Mesin kasir jenis apa dulu yang dipakai? Seperti kita bahas dalam postingan kita sebelumnya tentang mesin kasir, secara garis besar mesin kasir di bagi 2 jenis yaitu mesin kasir elektronik (Electronic Cash Register/ ECR) dan mesin kasir komputer/ komputer kasir ( Point Of Sale/ POS System) mesin kasir elektronik kebanyakan untuk di level entri atau low end tidak bisa mengontrol stok, namun hanya benar benar Cash Register (Mencatat cash flow keluar masuknya uang saja) namun untuk yang High End selain fungsi utama cash register bisa juga mengontrol stok barang .
Mesin Kasir tidak 100% menjadi solusi pengontrol kecurangan kasir? ada beberapa trik yang sering dilakukan toko-toko dalam mengantisipasinya mungkin dengan bantuan CCTV (Camera), Cermin cembung, Rolling kasir,cetak struk , cross cek stok fisik, dan bantuan petugas security.
More aboutApa itu mesin kasir