Pertumbuhan penjualan mencapai 25 persen dan profit sesuai dengan yang telah dicapai tahun lalu sebesar 45 persen.Tingginya persepsi pertumbuhan retail Indonesia tecermin pada hasil riset sebuah perusahaan konsultan manajemen dunia, AT Kearney, belum lama ini. Perkembangan bisnis retail di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ternyata sudah fenomenal di Asia, khususnya di antara negara berkembang. Indonesia tercatat menempati peringkat ketiga pasar retail terbaik di Asia.
Laporan berjudul "Global Retail Development Index (GRDI) 2011" menilai kondisi industri retail di 30 negara berkembang di dunia dan memeringkatkan mereka berdasarkan sejumlah faktor, di antaranya risiko usaha, populasi penduduk, serta kekayaan yang dikaitkan dengan kondisi industri retail terkini.
Industri retail Indonesia tahun ini diperkirakan tumbuh menjadi 134 miliar dollar AS (1.206 triliun rupiah) dan melonjak menjadi 223 miliar dollar AS (2.007 triliun rupiah) pada 2015. Dalam kegiatan ekonominya, Indonesia dinilai sangat kuat dengan populasi penduduk yang mencapai 235,5 juta jiwa. Pendapatan per kapita penduduk Indonesia juga terus naik seiring pertumbuhan infrastruktur industri retail yang terus berjalan.
Tingginya potensi retail di Indonesia itu juga tecermin dalam kinerja emiten Bursa Efek Indonesia yang terus mengilap. Saham-saham emiten peretail berpeluang mencetak kinerja yang solid pada kuartal III-2012. Saat ini, muncul katalis potensi naiknya penjualan menjelang Lebaran pada kuartal III tahun ini.
Menurut analis dari Infovesta Utama, Praska Putrantyo, prospek positif saham peretail ditopang oleh kontribusi sektor konsumsi pada pertumbuhan ekonomi yang bersifat mayoritas sekitar 60 persen. Demikian pula tingkat inflasi yang cenderung menurun dalam jangka panjang dan berkurangnya angka pengangguran berpotensi meningkatkan daya beli masyarakat.
"Peningkatan kinerja emiten tersebut diperkirakan terjadi karena bisnis peretail banyak menyangkut kebutuhan pokok, baik dari kelas bawah maupun kelas atas. Terlebih barang kebutuhan pokok tersebut yang selain pangan sangat dibutuhkan menjelang hari raya besar karena faktor tren dan musim," ungkap Praska Putrantyo di Jakarta, baru-baru ini.
Pola peningkatan penjualan selama kuartal III ini, menurut dia, berlangsung setiap tahun. Hal itu dapat terlihat dari rata-rata pertumbuhan penjualan secara tahunan (year on year/YoY) per kuartal II dan kuartal III pada 2011 lalu dari beberapa emiten di sektor retail.
Sejumlah emiten yang diperkirakan bakal terus melejit ialah PT Ramayana Lestari Tbk (RALS), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), dan PT Hero Supermarket Tbk (HERO). Pendapatan yang rata-rata bertumbuh sekitar 15 persen pada kuartal II-2011 YoY naik tipis menjadi rata-rata sekitar 15,9 persen pada kuartal III-2011.
Peningkatan pendapatan dari sektor retail sama kuatnya dengan bidang usaha penjualan produk pakaian maupun makanan karena sama-sama dipengaruhi oleh faktor musiman. Terlebih jika penjual banyak menawarkan diskon. Untuk sektor lain seperti elektronik, Praska menyebut pengaruh dari musiman tidak terlalu besar karena lebih dipengaruhi oleh daya beli masyarakat terhadap barang yang bersifat sekunder (bukan kebutuhan pokok).
Terus Berekspansi
Pada akhir semester I-2012 kemarin, kinerja emiten retail makin bergairah. Ekspansi emiten retail menjadi pendorong optimisme kinerja positif pasar saham sepanjang 2012. Pembukaan gerai menjadi andalan perseroan selain siklus kenaikan omzet pada semester II ini. Perusahaan retail yang menyasar segmen menengah ke bawah, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), yakin bisa mencapai total penjualan 7,5 triliun rupiah.
Perseroan mencermati pencapaian omzet sampai Mei 2012 yang 29,3 persen dari total target omzet. "Sampai Mei, penjualan kami 2,2 triliun rupiah," kata Setyadi Surya, Sekretaris Perusahaan Ramayana Lestari Sentosa, saat dihubungi Koran Jakarta, kemarin.
Sementara itu, perusahaan retail lainnya, PT Aces Hardware Indonesia Tbk (ACES), juga memacu penjualan. Meski tidak menyebutkan nilainya, perseroan menegaskan indikasi penjualan sesuai proyeksi. "Pertumbuhan penjualan mencapai 25 persen dan profit sesuai dengan yang telah dicapai tahun lalu sebesar 45 persen," tutur Helen Tanzil, Sekretaris Perusahaan Ace Hardware. wan/E-12
KORAN-JAKARTA.COM-M FACHRI
Laporan berjudul "Global Retail Development Index (GRDI) 2011" menilai kondisi industri retail di 30 negara berkembang di dunia dan memeringkatkan mereka berdasarkan sejumlah faktor, di antaranya risiko usaha, populasi penduduk, serta kekayaan yang dikaitkan dengan kondisi industri retail terkini.
Industri retail Indonesia tahun ini diperkirakan tumbuh menjadi 134 miliar dollar AS (1.206 triliun rupiah) dan melonjak menjadi 223 miliar dollar AS (2.007 triliun rupiah) pada 2015. Dalam kegiatan ekonominya, Indonesia dinilai sangat kuat dengan populasi penduduk yang mencapai 235,5 juta jiwa. Pendapatan per kapita penduduk Indonesia juga terus naik seiring pertumbuhan infrastruktur industri retail yang terus berjalan.
Tingginya potensi retail di Indonesia itu juga tecermin dalam kinerja emiten Bursa Efek Indonesia yang terus mengilap. Saham-saham emiten peretail berpeluang mencetak kinerja yang solid pada kuartal III-2012. Saat ini, muncul katalis potensi naiknya penjualan menjelang Lebaran pada kuartal III tahun ini.
Menurut analis dari Infovesta Utama, Praska Putrantyo, prospek positif saham peretail ditopang oleh kontribusi sektor konsumsi pada pertumbuhan ekonomi yang bersifat mayoritas sekitar 60 persen. Demikian pula tingkat inflasi yang cenderung menurun dalam jangka panjang dan berkurangnya angka pengangguran berpotensi meningkatkan daya beli masyarakat.
"Peningkatan kinerja emiten tersebut diperkirakan terjadi karena bisnis peretail banyak menyangkut kebutuhan pokok, baik dari kelas bawah maupun kelas atas. Terlebih barang kebutuhan pokok tersebut yang selain pangan sangat dibutuhkan menjelang hari raya besar karena faktor tren dan musim," ungkap Praska Putrantyo di Jakarta, baru-baru ini.
Sejumlah emiten yang diperkirakan bakal terus melejit ialah PT Ramayana Lestari Tbk (RALS), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), dan PT Hero Supermarket Tbk (HERO). Pendapatan yang rata-rata bertumbuh sekitar 15 persen pada kuartal II-2011 YoY naik tipis menjadi rata-rata sekitar 15,9 persen pada kuartal III-2011.
Peningkatan pendapatan dari sektor retail sama kuatnya dengan bidang usaha penjualan produk pakaian maupun makanan karena sama-sama dipengaruhi oleh faktor musiman. Terlebih jika penjual banyak menawarkan diskon. Untuk sektor lain seperti elektronik, Praska menyebut pengaruh dari musiman tidak terlalu besar karena lebih dipengaruhi oleh daya beli masyarakat terhadap barang yang bersifat sekunder (bukan kebutuhan pokok).
Terus Berekspansi
Pada akhir semester I-2012 kemarin, kinerja emiten retail makin bergairah. Ekspansi emiten retail menjadi pendorong optimisme kinerja positif pasar saham sepanjang 2012. Pembukaan gerai menjadi andalan perseroan selain siklus kenaikan omzet pada semester II ini. Perusahaan retail yang menyasar segmen menengah ke bawah, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), yakin bisa mencapai total penjualan 7,5 triliun rupiah.
Perseroan mencermati pencapaian omzet sampai Mei 2012 yang 29,3 persen dari total target omzet. "Sampai Mei, penjualan kami 2,2 triliun rupiah," kata Setyadi Surya, Sekretaris Perusahaan Ramayana Lestari Sentosa, saat dihubungi Koran Jakarta, kemarin.
Sementara itu, perusahaan retail lainnya, PT Aces Hardware Indonesia Tbk (ACES), juga memacu penjualan. Meski tidak menyebutkan nilainya, perseroan menegaskan indikasi penjualan sesuai proyeksi. "Pertumbuhan penjualan mencapai 25 persen dan profit sesuai dengan yang telah dicapai tahun lalu sebesar 45 persen," tutur Helen Tanzil, Sekretaris Perusahaan Ace Hardware. wan/E-12
KORAN-JAKARTA.COM-M FACHRI