Bisnis retail Online Makin Pesat

Diposting oleh Maz Duikin on Senin, 14 Juli 2014

Bisnis online di Indonesia diramalkan berkembang pesat, seiring dengan perubahan pola konsumsi masyarakat. Data  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), volume bisnis online di Indonesia mencapai Rp 126  triliun tahun 2012, dan diperkirakan meningkat sepuluh kali lipat pada tahun 2013. Melihat perkembangan yang ada,  para pengusaha retail Indonesia hendaknya mulai memikirkan perubahan yang terjadi dan mengantisipasi dampak  dari era komunikasi tanpa batas ini. Pengusaha harus membuka diri terhadap konsep retail online. Hal ini penting  agar bisa memenangkan persaingan bisnis retail di Indonesia.

Menurut Ketua Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia), Pudjianto, masyarakat sekarang ini menginginkan  hal yang semakin praktis, termasuk dalam berbelanja. Munculnya berbagai perangkat elektronik seperti smartphone,  dan jaringan internet yang semakin membaik mendorong masyarakat mencari produk yang mereka butuhkan melalui  jaringan internet. “Masyarakat yang ingin berbelanja, nantinya tinggal klik situsnya, barang sudah sampai di rumah.  Masyarakat juga bisa mencari toko mana yang menjual barang paling murah,” ungkap Pudjianto di Jakarta.  Era 60-an, tutur Pudjianto, adalah masa keemasan pasar tradisional, era 70-an adalah era supermarket, saat itu  mulai dikenal brand seperti Hero dan Gelael.

Tahun 90-an, giliran Wall Mart dan Carrefour memimpin pasar  hypermarket. Adapun tahun 2000-an dikuasai oleh minimarket yang menyediakan berbagai produk kebutuhan  sehari-hari di satu toko yang dekat dengan tempat tinggalnya. Lalu, perubahan kembali terjadi pada era 2010, di  mana retail online mulai berkembang.  Melihat perkembangkan yang ada, ia menyarankan agar para pengusaha retail membuka diri terhadap konsep retail  online. Menurutnya, bisnis retail yang maju tidak hanya disebabkan oleh merek terkenal yang mereka usung, tapi  juga kemampuan membaca keinginan pasar domestic.

Ryota Inaba, Presiden Direktur dan CEO PT Rakuten-MNC juga memiliki pandangan serupa. Malah dalam acara  Ramalan Tren E-commerce 2013 beberapa waktu lalu ia mengatakan, saat ini telah terjadi pergeseran transaksi  dalam belanja online. Kalau biasanya orang membuka situs belanja online dengan menggunakan laptop dan PC,  maka kini sudah banyak yang menggunakan perangkat mobile. Tahun 2013 ini, ia menyaarankan agar para pebisnis  ritel membuat peningkatan integrasi mobile. Toko-toko harus membuat website-nya dalam versi mobile karena  penetrasi perangkat mobile terus meningkat.--Diana Runtu/Ngurah Budi

Sumber : tokoh.co.id