Indomaret galakkan sistem waralaba

Diposting oleh Maz Duikin on Senin, 14 Juli 2014

PT Indomarco Prismatama pengelola gerai ritel Indomaret mulai  mendorong mitranya di Sumatra Utara untuk menerapkan sistem waralaba. Bintang H. Harianja, Location Manajer PT Indomarco Prismatama, menegaskan sampai Juni tahun ini total oulet Indomaret yang sudah beroperasi di Sumut mencapai 130 toko.

“Sebelumnya, kami masih menggembangkan outlet sendiri selama dua tahun. Akan tetapi, memasuki tahun ketiga kami mendorong masyarakat melakukan investasi untuk mengembangkan sistem waralaba,” ujarnya kepada Bisnis di Medan hari ini.

Menurut dia, sistem yang ditawarkan kepada pemodal di Medan adalah menyediakan tempat strategis di daerah dan di kota Medan. Kedua, lanjut dia, tempat dan produk disediakan para investor dengan omset tertentu tidak dikenai fee. “Kalau omset yang diperleh belum sesuai ketentuan dalam perjanjian, investor tidak dikenakan fee,” ujarnya tanpa menyebutkan besaran fee yang ditarik dari peserta waralaba. Ketiga, kata dia, Indomaret menjual outlet yang sudah menguntungkan kepada investor.

Outlet yang dibangun Indomarco, tuturnya, dijual kepada investor yang berminat, sehingga pemodal tidak harus mencari lokasi lagi. Ketika ditanyakan sistem mana yang paling diminati para pemodal di Medan, dia mengakui adalah pemilik modal menyediakan tempat dan Indomaret mendrop barang. Kalau sudah mencapai ketentuan omzet yang sudah disepakati, kata dia, kemudian ditarik fee.

“Saya tidak bisa ungkap berapa fee yang ditarik dari pemodal. Yang pasti, kami mau mengajak pemilik tokok mengubah tempatnya lebih nyaman dan menyenangkan masyarakat yang berbelanja,” kata Bintang. Ide pengembangan Indomaret, kata dia, sesungguhnya ingin membantu konsumen mendapatkan tempat belanja strategis dan memuaskan dengan harga yang terjangkau.

“Kami hanya mengambil ongkos yang semestinya dikeluarkan konsumen belanja ke pusat pasar modern. Kami siap mengantarkan barang yang dibeli masyarakat ke rumah tanpa menambah harga,” ujarnya. Kemudian, lanjutnya, PT Indomarco memberikan kesempatan kepada masyarakat menata toko kelontongnya yang selama ini kesannya kumuh dan asal-asalan dengan konsep toko modern. “Kami menerima dengan tangan terbuka sistem waralaba,” tuturnya.

Sebelumnya, B. Surbakti, pengusaha Mini Market Royal di Jl Jamin Ginting Medan terpaksa mengubah tokonya menjadi Indomaret karena selama ini kurang dilirik konsumen. “Saya sudah dua tahun membuka mini market di depan SPBU Pertamina, namun kurang laku. Malah Indomaret yang disediakan SPBU Pertamina itu yang berjalan setahun ramai didatangi konsumen.” (Master Sihotang, Bisnis Indonesia)

Bisnis waralaba kini telah menjamur di Indonesia. Perkembangannya yang pesat mengindikasikan sebagai salah satu bentuk investasi yang menarik, sekaligus membantu pelaku usaha dalam memulai suatu usaha sendiri dengan tingkat kegagalan yang rendah.

Meski bisnis waralaba yang ditawarkan semakin beragam, namun untuk menjatuhkan pilihan terhadap bisnis waralaba secara tepat, terkadang mengalami kesulitan. Padahal pilihan awal akan sangat menentukan. Ada hal mendasar dalam menentukan pilihan. Paling tidak bidang usahanya stabil dan berprospek serta track record pewaralaba (franchisor) baik dan berpengalaman

Sebagai strategi ekspansi yang melibatkan modal pihak lain, bisnis waralaba mau tidak mau harus transparan dan konsepnya saling menguntungkan serta saling percaya di antara pewaralaba dengan terwaralaba (franchisee). Minimal selama 5 tahun bisnis waralaba tersebut mampu membuktikan sebagai perusahaan sehat, yang didukung oleh sistem dan format bisnis yang telah teruji.

Bidang usaha yang relatif stabil adalah bisnis ritel. Di Indonesia bisnis ini terus berkembang seirama dengan kebutuhan penduduk yang jumlahnya terus meningkat. Salah satu bisnis ritel yang melayani kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari adalah minimarket. Indomaret yang tetap konsisten berkecimpung di bidang minimarket (lokal) dikelola secara profesional dan dipersiapkan memasuki era globalisasi.

Tahun 1997 Indomaret melakukan pola kemitraan (waralaba) dengan membuka peluang bagi masyarakat luas untuk turut serta memiliki dan mengelola sendiri gerai Indomaret. Pola waralaba ini ditawarkan setelah Indomaret terbukti sehat dengan memiliki lebih dari 700 gerai , yang didukung oleh sistem dan format bisnis yang baik.

Pengalaman panjang yang telah teruji itu mendapat sambutan positif masyarakat, terlihat dari meningkat tajamnya jumlah gerai waralaba Indomaret, dari 2 gerai pada tahun 1997 menjadi 1965 gerai pada April 2011. Program waralaba Indomaret yang tidak rumit terbukti dapat diterima masyarakat. Bahkan, sinergi pewaralaba (Indomaret) dan terwaralaba (masyarakat) ini merupakan salah satu keunggulan domestik dalam memasuki era globalisasi.