Siapa yang tidak pernah ke Minimarket? Hampir setiap saat mungkin kita mengunjungi tempat yang satu ini untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari. Memang, minimarket sangat dekat dengan konsumen, tidak mengherankan bagi kita jika sekarang banyak dijumpai retail-retail di sepanjang jalan. Salah satu sektor yang menjadi perhatian investor domestik maupun asing yaitu sektor retail. Januari 2013, PT. Temasek menguasai 26,1% saham dari PT Matahari Putra Prima Tbk. Pemilik Hypermart dan beberapa retail store lain di Indonesia. Sejak kapan tepatnya perusahaan asing sangat tertarik untuk masuk dan berinvestasi di Indonesia? 10 tahun yang lalu, Dairy Farm International Giant Sdn. Bhd. Dari Malaysia dengan PT Hero Supermarket Tbk. Mendirikan Giant hypermarket. Sejak saat itu juga banyak sekali peritel asing besar yang mulai masuk dan beroperasi di Indonesia. Peritel asing tersebut seperti Sogo, Seibu, FamilyMart (JPN) Debenhams (UK), Metro (SIN), Lotte Mart (Korsel), Ranch Market, 7-11 (USA). Karena kesuksesan peritel asing sebelumnya, kesempaan ini memicu beberapa peritel asing untuk berinvestasi juga di Indonesia. Peritel yang akan masuk seperti Uniqlo, AEON, Ministop (JPN), H&M, Ikea (SWE), Galleries Lafeyatte (FRA), Parkson (MAL), Sun Art (CHN).
Apa yang membuat bisnis retail ini menarik bagi investor asing? Setidaknya ada 3 alasan yang membuat investor asing “kepincut” untuk bisnis retail di Indonesia menurut Bapak Pudjianto VP PT AMRT.JK. alasan pertama, di tengah perekonomian global yang melambat, pertumbuan perekonomian Indonesia yang cenderung tetap stabil. Kedua, populasi penduduk di Indonesia yang lebih dari 240 juta sangat potensial untuk menjadi calon konsumen bagi para peritel. Tingginya jumlah penduduk di Indonesia menjadi peluang peritel asing untuk semakin melebarkan sayap bisnis mereka. Ketiga, karakter masyarakat Indonesia yang konsumtif dan cenderung mudah menerima merk asing dibanding merk dalam negeri. Selain itu, omset bisnis peritel di Indonesia sangat menggiurkan, berkisar Rp. 140 triliun-150 triliun.angka yang sangat fantastis. Lebih dari itu, bahkan diperkirakan omset peritel di Indonesia masih dapat tumbuh hingga kisaran 15% sampai akhir tahun 2013. Salah satunya PT. Ramayana berhasil meraih sales sebesar Rp. 7,45 triliun di tahun 2012. Dan diperkirakan masih bisa tumbuh hingga Rp. 8,51 triliun. Sedangkan, PT. Hero Supermarket pada tahun 2012 berhasil meraih sales sebesar Rp. 10,51 triliun dan net income sebesar Rp. 302,7 milyar. PT. Matahari Departemen Store juga menun
Jelas terlihat, bisnis ritel adalah investasi yang sangat menggiurkan dengan terus mengalami pertumbuhan sejak 10 tahun yang lalu. Berdasarkan sumber data Nielsen di tahun 2002, proporsi Minimarket dari keseluruhan jenis peritel lainnya adalah sebesar 4,9%. Peningkatan proporsi minimarket terlihat dengan di tahun 2005 meningkat menjadi 10,2% dan di tahun 2011 mencapai angka 22,4%. Dengan pertumbuhan retail yang semakin tinggi, kita bisa melihat kesempatan di sektor tersebut untuk berinvestasi di bisnis retail. Untuk beberapa investor yang tertarik untuk berinvestasi di bisnis retail berikut beberapa saham yang bisa dioantau: MAPI, HERO, MIDI, RANC.
Koran-jakarta.com