Pertimbangan dalam mengimplementasikan suatu aplikasi ERP

Diposting oleh Maz Duikin on Minggu, 26 Februari 2017

Berapa analis berpendapat jika anda ingin perusahaan anda maju dan berkembang dengan mengandalkan sistem ERP, terutama di Indonesia maka ada beberapa faktor yang perlu dijadikan pertimbangan dalam mengimplementasikan suatu sistem ERP, yaitu:
 
1) Fitur /Feature

Piranti lunak yang tergolong sistem ERP itu secara umum dirancang supaya dapat memberikan solusi untuk perusahaan atau industri jenis apapun (horizontal solution). Namun, pada kenyataannya, setiap industri itu punya ciri khas tersendiri. Hal ini menyebabkan timbulnya fungsi-fungsi atau features di sistem ERP yang spesifik untuk industri tertentu (vertical solution).

Oleh karena itu, features yang anda butuhkan dalam operasi sehari-hari harusnya bisa ditunjang oleh sistem ERP yang dipilih. Kadang kita melihat features yang bagus yang berdasarkan teori baru, kita perlu hati-hati menilai apakah feature baru itu bisa diterapkan pada kondisi sekarang ini. Selalu ingat bahwa kita di Indonesia mempunyai kultur tersendiri. Salah pengertian atau salah memilih berdasarkan faktor features akan menimbulkan kekacauan dan bahkan menghambat operasi perusahaan. Memang banyak perusahaan yang menanam waktu untuk penilaian ini. Cocok atau tidaknya biasanya juga bisa kita selidiki dari daftar konsumen yang telah memakai sistem ERP tersebut dan apakah industri konsumen itu serupa dengan industri kita.

2) Teknologi

Salah satu analis industri sistem ERP terkemuka pernah mengatakan 'jika memilih sistem ERP, anda harus melihat teknologi yang digunakan dibaliknya'. Sayangnya, banyak user yang memilih sistem ERP belum tentu memberikan perhatian cukup pada hal ini.
Untuk mengetahui teknologi mana yang digunakan merupakan suatu tantangan bagi departemen EDP perusahaan kita, yang biasanya lebih ter-update dibanding dengan departemen lainnya. Biasanya pemilihan sistem ERP itu didorong dari pihak user (pemakai) yang lebih terfokus kepada feature, sehingga faktor teknologi biasanya diabaikan. Akibatnya, terjadilah masalah di kemudian hari seperti banyaknya perusahaan di Indonesia yang 'terjebak' dengan namanya sistem 'legacy'.
 
3) Sumber daya manusia

Secanggih apapun teknologi kita hari ini, sistem ERP tetap saja belum sempurna seperti yang diharapkan manusia. Oleh karena itu, seberapa sukses pun sistem ERP yang kita pilih dari luar negeri, di negeri kita ini belum tentu bisa jalan jika tidak didukung oleh lokal support yang kuat. Kita harus benar-benar teliti memilih vendor yang bisa komit terhadap apa yang mereka tawarkan sebab menangani paket sistem ERP sangat lain dibandingkan dengan menangani penjualan PC atau paket perangkat lunak desktop. Di Indonesia saat ini telah ada beberapa vendor yang mulai mengembangkan sistem ERP Lokal yang mengimplementasikan ”best practise process” yang berlaku bagi perusahaan-perusahaan Indonesia. Serta penyediaan support secara menyeluruh dari sistem ERP Lokal yang telah dikembangkan.
Selain daripada vendor, perusahaan-perusahaan tersebut juga dituntut untuk menyediakan sumber daya manusia yang terampil dalam melaksanakan proyek implementasi sistem ERP tersebut.

4) Infrastruktur
 
Infrastruktur dalam hal ini termasuk sistem pendukung untuk penerapan suatu proyek ERP, antara lainnya adalah

a. apakah vendor menyediakan HelpDesk dan
b. apakah vendor mempunyai tata cara seperti standard operating procedure/methodology dalam penerapan sistem ERP
c. apakah vendor mengetahui langkah apa yang harus diambil pada saat melakukan customization,
d. apakah vendor bisa menjelaskan langkah-langkah apa yang harus ditempuh sebelum sistem 'go-live'.
e. Perlu diperhatikan juga kemungkinan perlunya upgrading di masa depan, apakah vendor mengetahui konfigurasi sistem yang telah terpasang pada konsumen setelah misalnya dua tahun kemudian? Prinsipnya, perusahaan tersebut harus bisa membedakan infrastuktur yang sekedarnya dengan yang benar-benar bisa diandalkan.

Penerapan suatu sistem ERP itu merupakan suatu proses yang berkesinambungan. Begitu dimulai sudah tidak mungkin lagi dihentikan dan tidak ada titik kesempurnaannya. Yang ada hanyalah proses penyempurnaan yang tak akan berhenti. Pada umumnya sistem ERP yang masuk ke Indonesia sudah teruji kesuksesannya, namun kesuksesan di negara lain belum tentu bisa menjadi suatu jaminan bahwa sistem ERP tersebut akan dapat digunakan (suitable) bagi perusahaan di Indonesia karena banyak faktor yang perlu diperhatikan dan dipikirkan dalam melakukan pemilihan penggunaan sistem ERP tersebut.